🎈
Strategi Menjawab Soal Structure & Written Expression TOEFL ITP
TOEFL Tips
TOEFL
6/3/20266 min read
Pendahuluan
Di antara tiga seksi dalam TOEFL ITP — Listening Comprehension, Structure & Written Expression, dan Reading Comprehension — seksi Structure & Written Expression sering dianggap paling "bisa diprediksi." Mengapa? Karena soal-soalnya menguji pola grammar yang terbatas dan berulang. Artinya, dengan strategi yang tepat, seksi ini berpotensi menjadi sumber skor tertinggi kamu.
Seksi ini terdiri dari 40 soal yang harus diselesaikan dalam 25 menit, dibagi menjadi dua tipe utama:
Part A – Structure (soal 1–15): Melengkapi kalimat rumpang agar gramatikal.
Part B – Written Expression (soal 16–40): Mengidentifikasi satu dari empat bagian kalimat yang mengandung kesalahan.
Artikel ini membahas strategi khusus untuk masing-masing tipe soal, pola grammar yang paling sering muncul, serta kesalahan umum yang harus dihindari.
Bagian 1: Memahami Format Soal
Part A – Structure
Kamu akan melihat kalimat dengan satu bagian yang dikosongkan, diikuti empat pilihan jawaban (A, B, C, D). Tugasmu adalah memilih kata atau frasa yang paling tepat secara gramatikal untuk melengkapi kalimat tersebut.
Contoh:
_______ produces seeds but does not bear fruit.
(A) A gymnosperm plant
(B) A gymnosperm plant it
(C) A gymnosperm plant that
(D) When a gymnosperm plant
Jawaban: (A). Kalimat sudah lengkap setelah subjek dan predikat. Pilihan B dan C menambahkan subjek ganda, pilihan D menjadikan kalimat tanpa klausa utama.
Part B – Written Expression
Setiap soal menampilkan kalimat lengkap dengan empat kata/frasa yang digarisbawahi (A, B, C, D). Kamu harus menunjuk bagian mana yang salah secara gramatikal.
Contoh:
The rings of Saturn are so distant that they cannot be seeing without a telescope.
(A) so (B) that (C) be seeing (D) a
Jawaban: (C). Seharusnya "be seen" (passive voice), bukan "be seeing."
Bagian 2: Pola Grammar yang Wajib Dikuasai
Berikut adalah topik grammar yang paling sering muncul dalam TOEFL ITP berdasarkan analisis soal historis.
1. Subject-Verb Agreement (Kesesuaian Subjek-Kata Kerja)
Kata kerja harus sesuai dengan subjeknya dalam hal singular/plural. Perhatikan ketika ada frasa panjang yang memisahkan subjek dari kata kerjanya.
Pola jebakan:
The collection of ancient artifacts was donated to the museum.
(subjek = "collection," bukan "artifacts")
Neither the manager nor the employees were informed.
(untuk nor/or, kata kerja mengikuti subjek yang paling dekat)
Tips: Temukan subjek utama kalimat terlebih dahulu, abaikan frasa penjelas di antaranya.
2. Verb Tense dan Bentuk Kata Kerja
Konsistensi tense dalam satu kalimat dan penerapan bentuk verb yang benar sangat sering diuji.
Pola yang wajib hafal:
StrukturBentuk Kata Kerjahas/have + ___past participle (V3)is/are/was/were + ___present participle (V-ing) atau past participle (V3)will/can/should/must + ___bare infinitive (V1)used to / would + ___bare infinitive (V1)
Contoh kesalahan umum:
She has went → She has goneThe report will be submitting → The report will be submitted
3. Parallel Structure (Struktur Paralel)
Ketika kalimat menghubungkan dua atau lebih elemen dengan kata hubung (and, but, or, nor, not only...but also, both...and), semua elemen harus memiliki bentuk gramatikal yang sama.
Contoh:
She enjoys reading, writing, and to paint. (salah)
She enjoys reading, writing, and painting. (benar)
The project was long, complicated, and requiring much effort. (salah)
The project was long, complicated, and time-consuming. (benar)
Tips: Saat melihat kata hubung seperti "and" atau "but", cek apakah semua elemen yang dihubungkan memiliki format yang sama (noun–noun–noun, atau V-ing–V-ing–V-ing, dst.).
4. Reduced Clause (Penyederhanaan Klausa)
TOEFL ITP sangat sering menguji pemahaman tentang reduced relative clause dan reduced adverbial clause.
Reduced Relative Clause:
The woman who is standing near the door → The woman standing near the door
The car that was damaged in the accident → The car damaged in the accident
Reduced Adverbial Clause:
While he was working, he listened to music → While working, he listened to music
After she finished the project → After finishing the project
Jebakan umum: Pastikan subjek kalimat utama sama dengan subjek pada klausa yang direduksi (dangling modifier).
Walking down the street, a dog bit me. (siapa yang berjalan? bukan "me" tapi orang lain)
Walking down the street, I was bitten by a dog. (benar)
5. Comparatives dan Superlatives
Pola yang sering salah:
more faster → fasterthe most tallest → the tallestmore better → better
Perbandingan tidak setara:
The climate of Bali is warmer than Java. (membandingkan iklim Bali dengan pulau Jawa — salah logika)
The climate of Bali is warmer than that of Java. (benar)
6. Countable vs. Uncountable Nouns
Kata yang benar untuk uncountableKata yang salahmuch informationmany informationsless furniturefewer furnituresa piece of advicean advicemuch researchmany researches
Kata-kata yang tidak bisa dihitung (uncountable): information, research, equipment, furniture, luggage, advice, knowledge, traffic, weather, progress.
7. Subjunctive Mood
Digunakan setelah kata kerja atau ungkapan yang mengekspresikan tuntutan, saran, keharusan, atau kepentingan.
Pola: suggest/recommend/insist/require/demand/propose + that + subjek + bare infinitive
The doctor recommended that he rest for a week.
It is essential that every student submit the form on time.
Perhatikan: tidak ada "-s" pada kata kerja meskipun subjeknya singular, dan tidak ada "should" setelah "that" dalam konteks ini.
8. Articles: A, An, The
Aturan dasar:
A/An → pertama kali disebut, singular countable, umum
The → sudah diketahui, spesifik, sudah disebut sebelumnya
Tanpa artikel → plural umum, uncountable dalam pengertian umum
Jebakan yang sering muncul:
The gold is valuable (saat bermaksud umum) → Gold is valuable.She is best student → She is the best student.
Bagian 3: Strategi Mengerjakan Part A (Structure)
Langkah 1: Identifikasi Apakah Kalimat Butuh Subjek atau Predikat
Sebelum melihat pilihan jawaban, baca kalimat dan tentukan:
Apakah sudah ada subjek?
Apakah sudah ada kata kerja utama?
Jika kalimat sudah lengkap (ada subjek dan predikat), titik kosong mungkin diisi oleh konektor, modifier, atau kata keterangan — bukan subjek atau kata kerja baru.
Langkah 2: Eliminasi Pilihan yang Menciptakan "Double Subject" atau "Double Verb"
Ini adalah jebakan paling umum di Part A.
The project it was completed on time. → "it" menciptakan double subject.The manager he decided to resign. → "he" menciptakan double subject.
Langkah 3: Perhatikan Kata Kunci di Awal Kalimat
Beberapa kata di awal kalimat menentukan struktur seluruh kalimat:
Because/Although/When/If → kalimat ini adalah klausa terikat, butuh klausa utama
It is...that → struktur cleft sentence
Not only...but also → parallel structure
So...that / Such...that → degree clause
Langkah 4: Gunakan Proses Eliminasi
Jika tidak yakin, eliminasi pilihan yang jelas salah terlebih dahulu. Dua pilihan yang tersisa biasanya mudah dibedakan jika kamu fokus pada satu perbedaan kecil (misalnya ada atau tidaknya "-s", penggunaan "to" atau tidak, dan seterusnya).
Bagian 4: Strategi Mengerjakan Part B (Written Expression)
Langkah 1: Baca Kalimat Secara Keseluruhan Dulu
Jangan langsung melihat pilihan A–D. Baca dulu kalimatnya. Sering kali, kesalahan terasa janggal saat dibaca secara alami.
Langkah 2: Periksa Setiap Pilihan Secara Sistematis
Jika tidak langsung menemukan kesalahan, periksa setiap pilihan (A, B, C, D) dengan daftar periksa:
Apakah ada masalah subject-verb agreement?
Apakah verb form sudah tepat (tense, aktif/pasif)?
Apakah ada masalah parallel structure?
Apakah artikel dan preposisi sudah benar?
Apakah ada pronoun yang tidak sesuai anteseden?
Langkah 3: Waspada dengan Pilihan yang Terlihat Benar
Dalam Written Expression, pilihan yang salah justru sering terlihat "wajar" secara sepintas. Jebakan terbesar adalah:
Menggunakan "-ing" padahal seharusnya past participle
Menambahkan "-s" pada kata kerja di kalimat subjunctive
Menggunakan "their" untuk merujuk singular noun (each student submitted their paper — salah dalam konteks TOEFL formal)
Langkah 4: Jangan Terlalu Lama di Satu Soal
Alokasikan waktu rata-rata 30–35 detik per soal. Jika setelah 45 detik belum yakin, tandai dan lanjutkan. Kembali di akhir jika masih ada waktu.
Bagian 5: Kesalahan Umum dan Cara Mengatasinya
Kesalahan Contoh SalahPerbaikanDouble subject The book it is interestingThe book is interesting Wrong participle The broken window was fixingThe broken window was fixedNon-parallelShe likes dancing and to singShe likes dancing and singingWrong comparisonHer car is bigger than himHer car is bigger than hisMissing "that" in comparisonThe climate here is warmer than Java...warmer than that of JavaAdjective vs. adverbHe speaks English fluentHe speaks English fluentlyWrong articleShe is engineerShe is an engineerDouble negativeHe doesn't know nothingHe doesn't know anything
Bagian 6: Rencana Latihan Mingguan
Untuk memaksimalkan skor seksi ini, ikuti pola latihan berikut:
Minggu 1–2 (Fondasi) Fokus menguasai 8 pola grammar utama yang dibahas di artikel ini. Gunakan buku Longman Preparation Course for the TOEFL Test atau Barron's TOEFL ITP untuk latihan soal per topik.
Minggu 3–4 (Simulasi) Kerjakan set soal penuh Part A (15 soal) dan Part B (25 soal) dengan timer. Evaluasi setiap kesalahan — catat pola mana yang masih sering salah.
Minggu 5–6 (Perbaikan) Fokus intensif pada topik yang paling banyak salah. Buat kartu catatan (flashcard) untuk pola grammar bermasalah dan review setiap hari.
Seminggu Sebelum Tes Kerjakan 2–3 tes simulasi penuh (semua seksi), fokus pada manajemen waktu. Hindari mempelajari materi baru — prioritaskan perbaikan pola yang sudah dikenal.
Penutup
Seksi Structure & Written Expression TOEFL ITP adalah tentang pengenalan pola, bukan hafalan aturan grammar yang tak berujung. Dengan memahami 8 topik utama yang dibahas di atas dan berlatih secara konsisten, kamu bisa menargetkan skor di atas 55 untuk seksi ini — kontribusi signifikan menuju total skor 500+.
Ingat tiga prinsip utama:
Identifikasi strukturnya sebelum menjawab.
Eliminasi pilihan yang jelas salah.
Manajemen waktu adalah kunci — jangan terjebak terlalu lama di satu soal.
Selamat berlatih, dan semoga skor TOEFL ITP-mu mencapai target!
Referensi: Phillips, D. (2001). Longman Complete Course for the TOEFL Test. Longman. | Sharpe, P.J. (2012). Barron's TOEFL ITP. Barron's Educational Series.
